Skip to toolbar

TRANSFORMASI TENAGA KERJA WANITA DI SEKTOR AGROINDUSTRI TEMBAKAU

cover jsep vol 5 no 3 november 2011

TRANSFORMASI TENAGA KERJA WANITA DI SEKTOR AGROINDUSTRI TEMBAKAU

Julian Adam Ridjal

Abstract

 

This research was to know factors of woman labor transformation to tobacco agroindustry in Jember Regency by purposive method. Interaction of environmental factors (work) significantly affect the transformation of woman labor decisions of the agricultural sector (as agricultural laborers) to tobacco agroindustry (as a factory employee) of -0.98, and direct effect of the transformation on the level of income of 0.502 and significant. The biggest influence is given by the age of 2 lines, the interaction effect of age to the environment (work) through the transformation of 0,058 with the direction of the negative relationship.
Keywords : tranformation, tobacco agroindustry,

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembangunan sektor pertanian tidak hanya mencakup sub sektor pertanian tanaman pangan tetapi juga perikanan, kehutanan dan perkebunan. Sub sektor perkebunan juga berperan dalam penyediaan lapangan pekerjaan dan pengembangan wilayah pembangunan sehingga pengembangan sektor perkebunan perlu digalakkan setiap era pembangunan jangka panjang (Soetrisno, 1999).

Peran tembakau bagi masyarakat cukup besar, karena aktifitas produksi dan pemasarannya melibatkan sejumlah besar penduduk untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Berbagai jenis tembakau dengan berbagai kegunaannya diusahakan di Indonesia, secara garis besar dapat dipisahkan antara (a) tembakau voor oogst, yaitu bahan untuk membuat rokok putih dan rokok kretek, dan (b) tembakau Na oogst, yaitu sejenis tembakau yang dipakai sebagai bahan dasar membuat cerutu besar maupun cigarillo, di samping tembakau hisap dan kunyah (Santoso, 1991).

Agroindustri tembakau adalah suatu usaha dalam hal perkebunan yang menghubungkan pertanian dengan industri manufaktur dan perdagangan internasional sehingga sangat sesuai dengan kebutuhan negara untuk meningkatkan pendapatan devisa dari sektor non migas. Perkembangan agroindustri tembakau dalam perekonomian saat ini masih cukup penting karena dapat menghasilkan devisa bagi negara ataupun sebagai sumber  bagi pendapatan petani. Keuntungan yang diterima baik oleh negara maupun oleh petani berfluktuasi karena produksi tembakau dipengaruhi oleh keadaan iklim. Tetapi keuntungan rata-rata dari agroindustri tembakau ini senantiasa mengalami peningkatan. Oleh karena itu dari waktu ke waktu agroindustri tembakau ini semakin banyak menyerap tenaga kerja (Azis, 1993).

Menyadari realitas yang ada perekonomian Indonesia tidak dapat berbasis teknologi tinggi, tetapi industrialisasi dengan landasan sektor pertanian. Agroindustri merupakan jawaban paling tepat, karena mempunyai keterkaitan ke belakang (backward linkage) dan keterkaitan ke depan (fordward linkage) yang panjang. Keterkaitan ke belakang ke sektor pertanian akan memacu pertumbuhan perekonomian pedesaan, sehingga lambat laun dapat menyelesaikan persoalan-persoalan di desa (Sandra, 2000).

Perubahan mata pencaharian dari sektor pertanian ke luar sektor pertanian dapat diukur melalui konsep mobilitas kerja antar generasi. Mobilitas bisa diartikan sebagai “inter generational mobility” , yaitu perubahan mata pencaharian anak dibandingkan dengan mata pencaharian orang tuanya berbeda. Mobilitas kerja ini diikuti dengan proses komutasi, sirkulasi maupun hanya bersifat perubahan mata pencaharian tanpa adanya gerak penduduk.

Kabupaten Jember cocok untuk pengusahaan tembakau karena kondisi alam yang sesuai. Hal ini menyebabkan kabupaten Jember termasuk sentra produksi tembakau di Jawa Timur. Salah satu daerah di Kabupaten Jember yaitu Desa Candijati, Kecamatan Arjasa terdapat agroindustri tembakau yang banyak menyerap tenaga kerja wanita. Tentunya para tenaga kerja wanita yang terlibat di dalamnya dapat juga berasal dari pertanian. Sehingga terjadilah proses transformasi tenaga kerja wanita dalam Agroindustri tembakau di Kawasan Berikat PTPN X tersebut.

 

1.2 Masalah

  1. Faktor-faktor sosial apakah yang mendorong transformasi tenaga kerja wanita dari sektor pertanian ke agroindustri tembakau ?
  2. Apakah faktor-faktor sosial tersebut berpengaruh nyata terhadap proses transformasi tenaga kerja wanita dari sektor pertanian ke agroindustri tembakau ?

…file selengkapnya dapat didownload di-link bawah :

Download file TRANSFORMASI TENAGA KERJA WANITA DI SEKTOR AGROINDUSTRI TEMBAKAU